Saat mendaki, ini 5 hal penting diperhatikan

Anggapan mendaki gunung adalah “gagah” hebat dan perkasa adalah sebuah kekeliruan. Apa tujuan seorang pendaki mendaki gunung ? akankah pendakian tersebut berdasar pada cinta akan gunung atau hanya sekedar penikmat gunung atau bahkan tanpa disadari bisa menjadi perusak gunung ?

Beberapa hal yang perlu kita ketahui agar pendakian gunung yang kita lakukan tidak dianggap merusak lingkungan :

1. Pendakian Massal  

Mendaki gunung dengan kelompok adalah hal yang menyenangkan, namun sebaiknya sebelum mendaki gunung tersebut dilakukan survey tentang kapasitas dan daya tampung gunung, agar program pendakian yang kita lakukan tidak merusak lingkungan akibat lokasi yang kita pakai menjadi terganggu.

2. Hindari pendakian yang di sponsori oleh perusahaan yang mencari untung
Pendakian oleh sekelompok orang yang disponsori biasanya akan mengumpulkan pendaki sebanyak banyaknya, karena semakin banyak peserta semakin banyak untung dan penjualan produk, hal ini perlu dipertimbangkan dalam memilih kegiatan pendakian yang akan dilakukan
3. Bersikap Peduli Lingkungan
Sebagai penikmat alam, selayaknya kita memperhatikan alam dan lingkungan yang kita lalui, menjaga kelestarian lingkungan bukanlah hanya tanggung jawab petugas penjaga taman atau LSM lingkungan

4. Hindari mengubah situasi
Mengambil bunga atau pohon dari gunung bisa mengakibatkan perubahan bentuk dan keberlangsungan flora dan fauna di lokasi tersebut, bisa sobat bayangkan jika setiap orang melakukan hal yang sama, al hasil terjadi perubahan drastis pada lokasi tersebut

5 Jadilah Pendaki yang konservatif

Keputusan mendaki gunung biasanya didasari atas keingintahuan bagaimana perasaan mendaki dan ditambah keinginan menikmati suasana lingkungan yang berbeda dari kehidupan sehari hari. Sebagai pendaki yang konservatif jadilah menjadi panutan dengan memberitahukan hal hal yang berguna dan tidak berguna, agar para sobat pendaki lainnya mengetahui aturan menjadi seorang pendaki yang baik dan peduli terhadap lingkungan.

Gunung adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia, selayaknya kita merawat dan melestarikannya untuk anak cucu dan generasi penerus kita.

Salam Lestari
Sumber : forumhijau_ID/Beritalingkungan.com

Tips Memasak Nasi Saat Mendaki

Cara Ke 1.

1. Bila dalam trip Trangia yang dibawa ukuran 27, sebaiknya
beras yang dimasak cukup dua genggam saja.
2.Tambahkan air sebanyak 1-1 ¼ ruas jari. Masak dengan api biasa / cukup
besar.
3. Biarkan panci atau nesting dalam keadaan terbuka.
4. Sekali-kali diaduk, agar tidak menggumpal.
5. Tunggu air hingga sedikit menyusut (seperti aronan). Setelah cukup
menyusut (jangan terlalu kering)
5. kemudian kecilkan kompor dengan alat pengecil api.
6. Lalu tutup nesting dengan frypan. Biarkan frypan sedikit terbuka untuk uap air keluar. Masak
hingga matang atau lebih kurang 15 menit (setelah ditutup).

Foto : Consina.web.id

Cara Ke 2.

Memasak nasi adalah aktivitas yang sering kita temui tatkala melakukan pendakian gunung, camping dan aktivitas outdoor lainnya. Tidak semua orang bisa memasak nasi dengan hasil yang memuaskan, jika anda kesulitan memasak nasi saat naik gunung. Berikut kami tulis salah satu teknik memasak nasi dengan hasil yang memuaskan.

Siapkan Alat dan Bahan

Karena akan memasak nasi maka tentu saja siapkan beras sesuai kebutuhan, terus kompor dan gasnya, serta nasting khas tentara. Air juga jangan lupa he he..pokoknya sudah pahamlah soal masak nasi apa saja yang harus di siapkan.
memasak nasi di gunung
Alat Dan Bahan
Menyalakan Kompor
Tentunya kalau sudah siap semua, beras sudah di cuci baru dinyalakan kompornya. Untuk banyaknya air dikira-kira saja, biasanya pakai teknik celupkan jari telunjuk, paling tidak ketinggian air dari berasnya satu ruas jari. Untuk nyala kompor coba saja dibesarkan agar cepat matangnya.

Semua Sudah Siap

Letakkan Nasting Dan Ditutup
Setelah siap semua, letakkan nasting di atas kompor dan tutuplah dengan nasting lainnya agar beras cepat matang.

Jam 07.05 Kami Mulai Masak Nasinya

Awal masak jam menunjukkan pukul 07.05, hanya sekedar ingin tahu berapa lama masaknya, dengan takaran beras 1 gelas kecil dan suhu udara sekitar 22 derajad celcius.

Menggeser Nasting Penutup
Tunggulah beberapa saat, besarkan saja nyala api kompornya, maka akan bunyi air mendidih dan naik keatas berusaha keluar lewat sela-sela tutup. Untuk menghindari air tumpah-tumpah maka geserlah tutup sehingga terbuka dan air yang sudah bercampur beras tidak tumpah-tumpah ke mana-mana.

Air Mulai Mendidih

Sekitar 2-3 menit air mulai mendidih dan meluap-luap dan keluar buih, tanpa proses pemanasan beras dimulai. Atur buka dan tutup nastingnya kalau sudah tidak ada tanda meluap-luap tutup kembali nasting dan buka sedikit demi sedikit kalau akan meluap.

Turunkan Nasting
Setelah terlihat air mulai habis dan beras mulai bersuara karena panas maka turunkan nasting jaga jangan sampai gosong dengan cara mengecilkan api.

Nasting Sudah Di Turunkan

Membalik Nasting
Nasting yang semula di bagian bawah di balik menjadi bagian atas sehingga beras bagian atas menjadi bagian bawah dengan ini pemanasan akan menjadi rata tanpa harus mengaduk beras.

Memegang Nasting Panas Dengan Kaos Tangan
Memegang Nasting Panas Dengan Bungkus Nasting

Berhati-hati saat membalik nasting karena masih panas, pakailah koas tangan tebal atau tempat nasting untuk memegang nasting.

Masak Kembali     
Setelah dibalik maka dengan memakai pengangkat nasting letakkan kembali nasting di atas kompor dan beri air sedikit demi sedikit di sela-sela pertemuan nasting dengan tutupnya.

Memberi Air Di Sela-Sela Nasting Dengan Tutupnya

Sedikit demi sedikit tuangkan air secukupnya di setiap sisi dari nasting, terus biarkan sampai airnya habis dan kalau sudah ada tanda-tanda matang segera kecilkan api dan angkat nastingnya.

Cara Ke 3.
Cara menanak nasi di ketinggian alam berikut ini adalah cara atau tips sederhana bagi yang belum tahu atau bagi yang suka menanak nasi dalam pendakian gunung. Karena biasanya dengan mengkonsumsi nasi, pada umumnya merasa stamina lebih terjamin saat merangkak menuju puncak. Dibandingkan hanya melahap mie instan semata. Coba terapkan, agar menanak nasi di ketinggian alam nantinya tidak merugi.

Tekanan udara di daerah gunung lebih rendah daripada di dataran rendah sehingga air matang sebelum suhu mencapai 100 derajat celcius. Karena itu, nasi yang ditanak di gunung akan kurang matang karena airnya matang lebih dulu. Untuk itu, sebaiknya menaruh benda berat di atas tutup panci saat menanak nasi di gunung guna menaikkan tekanan udara di dalam panci dan mencegah uap air keluar.

Sumber : Belantara Indonesia/Forum Indonesia/Santri dan Alam

Tips packing tas carrier

1. Letakkan barang yang paling sering kita butuhkan paling dekat dan mudah kita dapatkan.

2. Letakkan barang yang berat, dekat dengan tubuh kita.
3. Barang yang lebih ringan diletakkan di bagian bawah (sleeping bag, pakaian, dll).
4. Hindari barang bergantungan diluar carrier. Selain tidak nyaman dipandang, itu juga bisa mengganggu perjalanan anda.
5. Maksimalkan ruang yang ada. Misal membawa panci, pastikan di dalam panci diisi barang. Seperti mie,kopi,gula,parafin.
6. Letakkan barang yang sewaktu-waktu dibuthkan di bagian atas ransel (p3k,Raincoat)
7. Kelompokkan barang sesuai jenisnya dalam satu kantong. Misal peralatan mandi, disatukan dalam satu kantong. Jangan sampai odol ditaruh di dalem panci tadi.
8. Masukan barang-barang dalam plastik anti air. Seperti baju tidur, selimut, sepatu, dll.
9. Jangan lupa mengecek barang melalui check list yang telah dibuat

Penjelasannya Detailnya Seperti dibawah ini nih :

Teknik packing ransel (carrier) saat mendaki gunung maupun kegiatan out bond lainnya sangat diperlukan sehingga barang-barang yang kita bawa dapat kita bawa dengan ringkas, efisien, rapi. Packing biasa disebut juga dengan pengepakan.

Packing merupakan cara atau teknik menyusun perlengkapan dalam ransel (carrier). Dengan packing (pengepakan) yang baik ransel akan mampu memuat peralatan dengan efisien namun tetap terasa nyaman dikenakan saat perjalanan.

Teknik packing yang benar membuat ransel (carrier) muat banyak tapi tidak memberatkan
Oleh para penggiat kegiatan alam bebas (pecinta alam) packing telah dianggap sebagai salah satu ‘seni’ tersendiri. Sehingga teknik menyusun barang dalam ransel ini sangat tergantung pada keahlian dan kebiasaan masing-masing.

Prinsip-prinsip packing carrier yang harus diperhatikan antara lain:

Masukkan matras dalam ransel.
Sebagian orang memang lebih menyukai menempatkan matras tidur di luar carrier (ransel). Namun dengan meletakkan matras melingkar di dalam carrier bentuk ransel akan lebih tegak dan lebih mudah saat melakukan packing (meyusun) ataupun mengambil barang dari dalam ransel.

Letakkan barang terberat di paling atas
Dengan meletakkan barang-barang yang berat di bagian atas, beban terberat ransel akan jatuh di pundak. Jika tidak, berat badan akan membebani pinggul sehingga kaki kurang bebas bergerak dan cepat merasa lelah.

Berat seimbang antara kiri dan kanan
Saat melakukan packing, letakkan barang sehingga beban antara bagian kiri dan kanan ransel seimbang. Beban yang tidak seimbang akan mengganggu keseimbangan tubuh apalagi mengingat jalur pendakian yang biasanya melalui medan-medan yang sulit.

Maksimalkan ruang-ruang yang ada.
Barang-barang yang berlubang bagian dalamnya seperti nasting (panci serba guna) jangan dibiarkan kosong tetapi isilah dengan barang-barang lain semisal beras, telur dll.

Urutkan barang sesuai waktu penggunaanya
Barang-barang yang akan segera dipakai letakkan dibagian atas saat packing. Dan sebaliknya, barang yang kemungkinan dipakai belakangan dibagian bawah.

Pisah barang yang sewaktu-waktu diperlukan
Ponco (jas hujan), PPPK dan obat-obatan adalah barang yang sewaktu-waktu diperlukan dalam perjalanan. Saat melakukan packing barang-barang ini dapat diletakkan di bagian atas ransel atau pada kantong-kantong di luar ransel sehingga saat membutuhkan dapat mengambilnya dengan cepat.

Masukkan ke kantong plastik

Sebelum di packing dalam ransel kelompokkan dan masukkan barang-barang ke dalam kantong plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur atau pakaian cadangan, kertas kertas, buku, dll.

Lindungi benda mudah pecah
Benda mudah pecah seperti telur sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah yang kuat.

Hindari menggantung benda di luar ransel
Matras ataupun benda lainnya sebaiknya jangan diletakkan di luar ransel. Menggantungkan benda di luar ransel selain kurang rapi juga beresiko tersangkut semak atau sejenisnya sehingga akan mengganggu perjalanan.

Bawalah tas tambahan
Bila memungkinkan bawalah tas tambahan semisal tas kecil yang bisa dikenakan di paha. Tas ini bisa untuk mewadahi barang-barang yang sering di keluarmasukkan semacam kamera saku, obat-obatan, dll.

Para pecinta alam biasa menyebut teknik pengepakan (packing) ini sebagai seni. Karena itu, teknik packing ransel atau carrier akan sangat tergantung pada selera dan keahlian masing-masing. Namun prinsip utama dari packing adalah menyusun barang dengan efisien, rapi tanpa harus merepotkan selama dalam perjalanan.
Selamat mencoba.

Sumber : Jelajah.co/MindTalk