Ini 8 Tips Aman Mendaki Gunung

Mendaki gunung menjadi kegiatan yang semakin digemari anak-anak muda Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya foto-foto pendakian yang beredar di sosial media

Sajian keindahan alam yang bisa dilihat dari ketinggian memang menjadi racun yang senantiasa menggoda kita untuk segera melangkahkan kaki dan mulai menyusuri track pendakian. Meski demikian, bukan berarti pendakian bisa dilakukan tanpa persiapan. Butuh persiapan yang matang agar pendakian berjalan lancar

Belakangan, dunia pendakian di Indonesia menjadi sorotan lantara adanya beberapa musibah yang menimpa para pendaki. Yang paling baru adalah musibah jatuhnya seorang pendaki dari Jogja ke kawah Gunung Merapi

Meskipun musibah memang tak bisa diprediksi kapan datangnya, setidaknya ada hal-hal preventif yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir terjadinya musibah saat pendakian. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya musibah saat mendaki

1. Gunakan perlengkapan mendaki yang lengkap

Prasyarat utama sebelum melakukan pendakian ke gunung adalah membekali diri dengan perlengkapan yang lengkap. Walau sebenarnya perlengkapan mendaki gunung tidak ribet-ribet amat, namun tetap harus diperhatikan secara serius demi kelancaran pendakian. Terutama untuk perlengkapan pribadi

Jika melakukan pendakian bersama sebuah rombongan, jangan pernah mengandalkan untuk menggunakan peralatan orang lain. Alasannya simpel, karna mereka juga butuh perlengkapan tersebut. Perlengkapan pribadi yang cukup riskan adalah sleeping bag. Suhu udara yang rendah di gunung sering menyebabkan seseorang mengalami hypothermia. Pakaian hangat — termasuk sleeping bag — menjadi andalan untuk menjaga suhu tubuh agar tidak drop saat mendaki gunung

 

2. Jangan lupa awali pendakian dengan berdoa

Jangan lupa untuk selalu mengawali sebuah pendakian dengan melakukan doa. Dan jangan sungkan untuk mengingatkan jika dalam satu rombongan ternyata lupa melakukan doa

Sebagai manusia yang memiliki agama dan percaya dengan adanya Tuhan, berdoa adalah hal yang wajib dilakukan. Selain untuk meminta kelancaran, berdoa juga akan menunjukkan diri kita sebagai pribadi yang tidak angkuh. Bagaimanapun, kita tak boleh meremehkan sebuah pendakian. Meskipun hanya melakukan pendakian ke Gunung Andong atau Nglanggeran sekalipun.

3. Jangan pernah memaksakan diri jika memang tidak kuat

Seringkali kita merasa gengsi untuk meminta break saat melakukan pendakian secara berkelompok. Tolong diingat, rasa gengsi semacam itu adalah awal dari bencana. Kita tidak boleh membohongi diri bahwa fisik kita telah merasa lelah

Mendaki gunung bukanlah ajang lari maraton yang mencari siapa yang paling cepat mencapai garis finish. Lakukanlah pendakian secara perlahan sesuai kekuatan fisik. Slow but sure. Jika memang sudah tidak kuat ya sebaiknya tidak perlu dilanjutkan. Cari tempat lapang dan dirikan tenda untuk segera beristirahat. Beberapa waktu lalu ada seorang pendaki senior yang meninggal saat melakukan pendakian. Tanpa diduga, penyebabnya ternyata adalah karna kelelahan. Kamu tidak mau seperti itu, kan?

4. Patuhi semua himbauan yang ada

Himbauan yang ada di gunung (dan juga tempa wisata lain) bukanlah hiasan belaka. Himbauan itu dipasang demi keselamatan dan kebaikan bersama. Jadi, harap dipatuhi

Ingatlah bahwa tujuan akhir dari mendaki bukanlah puncak. Iya memang, tak lengkap rasanya bila mendaki gunung tapi tidak sampai ke puncak. Tapi, bila memang ada himbauan untuk tidak mendaki sampai ke puncak ya sebaiknya kita patuhi. Selain kasus pendaki Jogja yang masih hangat, ada beberapa kasus lain terkait musibah di puncak gunung. Di Gunung Semeru misalnya, beberapa waktu lalu ada seorang pendaki meninggal tertimpa batu saat hendak mendaki ke puncak mahameru. Padahal, batas pendakian di Gunung Semeru hanya boleh sampai Kalimati.

5. Jangan terlalu lama dekat dengan kawah

Khusus untuk gunung yang masih aktif dan terdapat kawah di puncaknya, sebaiknya tidak terlalu lama-lama berada di dekat kawah. Kawah gunung mengandung gas beracun yang sangat berbahaya jika sampai masuk saluran pernapasan.

Su Hok Gie, aktivis orde baru dan juga pecinta alam yang menjadi salah satu idola pendaki di Indonesia meninggal saat melakukan pendakian ke Gunung Semeru akibat terkena gas beracun di gunung tersebut. Meskipun sudah memakai masker, kita harus tetap hati-hati saat berada di dekat kawah yang mengeluarkan gas beracun

6. Untuk pendaki pemula, pastikan didampingi minimal satu orang pendaki berpengalaman

Seperti yang sudah disebutkan, kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam pendakian. Mendaki gunung memang sangat dianjurkan selagi masih muda. Namun, bukan berarti kita bisa mendaki tanpa ada persiapan apapun

Terutama buat para pendaki pemula, sangat disarakan untuk melakukan pendakian dengan didampingi minimal seorang pendaki berpengalaman. Hal ini untuk menghindari sesuatu yang tidak diingingkan. Pendaki yang sudah berpengalaman tentu sudah hafal dengan jalur pendakian serta bisa melakukan tindakan-tindakan P3K jika terjadi sebuah insiden.

7. Hindari berpose di tempat yang berbahaya

Buat kamu yang eksis di sosial media dan memfollow akun-akun pendakian populer, tentu sudah sering melihat foto-foto puncak gunung yang sering dishare di sosial media. Foto-foto tersebut kadang memang bikin keki dan membuat kita ingin melakukan hal yang sama. Tak jarang, foto-foto yang dishare adalah foto yang diambil di lokasi berbaya. Misalnya diatas batu atau tebing

Please, jangan ambil resiko dengan berpose di tempat-tempat demikian. Karna jika kita lengah, nyawa adalah taruhannya. Cukuplah kasus pendaki Jogja yang terjatuh dari ujung batu di puncak Merapi menjadi pelajaran bagi kita semua

8. Selalu ingat bahwa tujuan akhir dari sebuah pendakian adalah rumah

Terdengar klise, memang. Tapi memang demikianlah adanya. Kita tidak bisa munafik bahwa tujuan mendaki gunung adalah ingin sampai ke puncak. Tapi kita juga harus tetap ingat bahwa ada tujuan lain selain puncak yakni kembali ke rumah dengan selamat

Dan harusnya, perjalanan selama pendakian adalah hal yang bisa kita nikmati secara menyeluruh daripada hanya mengharapkan keindahan saat di puncak. Lagipula, pemandangan paling indah di gunung belum tentu berada di puncak. Jika tidak percaya, cobalah lihat sekali lagi foto-foto keindahan Ranu Kumbolo, Segara Anak, atau padang sabana di Gunung Merbabu yang dipenuhi bunga edelweis ?. (Yukpiknik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *